Address
Crown Palace Shophouse, Jl. Prof. DR. Soepomo No.17A Block A, Menteng Dalam, Tebet District, South Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta 12870
Diar Al Manasik, Jakarta – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menyampaikan jamaah haji tahun ini akan melaksanakan ibadah haji saat kondisi cuaca panas di Arab Saudi. Puncak ibadah haji diperkirakan dilaksanakan pada Juni 2025.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, dalam rapat persiapan haji yang digelar bersama berbagai instansi terkait di Jakarta.
“Perkiraan sementara, wukuf di Arafah akan berlangsung pada tanggal 5 Juni 2025. Namun, kita akan tetap menunggu keputusan resmi otoritas Arab Saudi,” jelas Hilman, Jakarta (25/4/2025).
Hilman menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda wilayah Arafah dan sekitarnya selama masa puncak haji. Suhu udara diperkirakan mencapai 42 hingga 45 derajat Celsius.
“Cuaca di sana sangat panas, karena itu kami terus berkoordinasi agar jamaah mendapatkan perlindungan maksimal, baik dari sisi tenda berpendingin, penyediaan air minum, maupun layanan kesehatan,” tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan cuaca tersebut, Kemenag bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tim kesehatan dan petugas lapangan, untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Selain itu, edukasi dan sosialisasi kepada jamaah juga akan diperkuat. Petugas diminta untuk memberikan informasi yang tepat mengenai cara menghindari dehidrasi, kelelahan, serta pentingnya menjaga ritme ibadah sesuai kondisi fisik.
“Kita tidak hanya menyiapkan teknis ibadahnya saja, tapi juga mempersiapkan aspek keselamatan jamaah. Karena haji bukan hanya ibadah fisik, tapi juga spiritual yang membutuhkan kesiapan total,” tutup Hilman.


