Address
Crown Palace Shophouse, Jl. Prof. DR. Soepomo No.17A Block A, Menteng Dalam, Tebet District, South Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta 12870
Diar Al Manasik, Jakarta – Berbagai cara dilakukan oleh jamaah haji untuk menyelundupkan air zamzam ke dalam koper bagasi, salah satunya dengan melilitkan lakban di sekeliling botol agar tidak terdeteksi mesin pemindai (X-Ray). Namun, upaya tersebut terbukti tidak efektif, karena sistem X-Ray tetap mampu mengidentifikasi keberadaan cairan di dalam koper.
Hal ini terlihat saat dilakukan peninjauan di fasilitas pemeriksaan kargo, Air Gate Cargo, di Makkah pada Senin (16/6/2025). Petugas menemukan banyak koper jamaah yang mengandung air zamzam. Akibatnya, koper-koper tersebut harus dibongkar, dan botol-botol zamzam pun dikeluarkan.
Sayangnya, botol-botol air yang sudah dilakban tersebut tidak bisa dikembalikan kepada pemiliknya dan akhirnya dibuang. Di lokasi terlihat tumpukan botol dalam jumlah besar, diduga mencapai ratusan hingga ribuan, yang bercampur dengan sampah lainnya.
“Kami mengimbau kepada jamaah taati aturan penerbangan, karena kalau pun sedikit akan ketahuan dan itu membahayakan penerbangan,” jelas Cecep Nursyamsi, Kepala Seksi Pelayanan Pemulangan PPIH Arab Saudi. “Dilakban atau disembunyikan kain ihram pasti ketahuan,” tambahnya.
Sebagai informasi, koper besar milik jamaah ditimbang di hotel dua hari sebelum jadwal kepulangan. Setelah itu, koper-koper tersebut diangkut menggunakan truk menuju lokasi pemeriksaan kargo sebelum dikirim ke bandara. Di sinilah petugas melakukan pemindaian untuk memastikan tidak ada barang terlarang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan hari itu, lebih dari sepuluh koper harus dibongkar karena dicurigai membawa air zamzam. Dugaan tersebut terbukti, dan air-air itu akhirnya disita oleh petugas. Cecep menyebutkan bahwa pengawasan di Air Gate Cargo cukup ketat, karena tempat ini merupakan mitra resmi dari maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines.
“Karena kalau ada satu yang lolos, jamaah yang sudah tiba di tanah itu menginformasikan bahwa bisa untuk bawa air,” ujarnya.
Sementara itu, untuk barang bawaan di kabin, seperti gas, power bank, dan parfum, juga ada batasan tertentu yang diatur oleh kru maskapai. Kepala Daerah Kerja di Makkah, Ali Machzumi, juga mengimbau agar jamaah tidak mencoba membawa air zamzam di koper. Menurutnya, hal ini bisa memperlambat proses imigrasi dan check-in di bandara. Ia menegaskan bahwa aturan yang berlaku di maskapai bertujuan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penerbangan.
Ali juga meyakinkan bahwa air zamzam akan tetap diterima oleh jamaah setibanya di Tanah Air, tepatnya di embarkasi masing-masing. Ia meminta jamaah untuk memahami bahwa larangan membawa air zamzam merupakan bagian dari regulasi penerbangan internasional.
“Tentu kalau dari sisi, kekurangan mungkin ini mungkin kurang saja untuk keluarga dan tetangga yang di sekitar jamaah haji, tapi kami sekali lagi mohon itu dicukupkan, karena untuk ketentuan penerbangan terkait pembawaan air zamzam, ketentuan ini tidak diperbolehkan,” jelasnya.


