Mecca (Pixabay By: Konevi)

Dua Biro Travel Umrah Dikenai Sanksi Saudi karena Langgar Ketentuan

Diar Al Manasik, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan operasional dua perusahaan umrah. Keduanya terbukti melakukan pelanggaran serius, termasuk menempatkan para jamaah umrah di fasilitas penginapan yang tidak berizin resmi.

Mecca (Pixabay By: Konevi)

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan kedua perusahaan tersebut dapat berdampak langsung terhadap keselamatan para jamaah haji dan umrah. Oleh karena itu, keduanya tidak akan bisa ditoleransi.

Kementerian juga menegaskan komitmen untuk memastikan semua para jamaah umrah dapat menerima hak-hak mereka sepenuhnya. Termasuk dalam hal ini, akomodasi dan layanan yang telah dijanjikan oleh penyelenggara.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen kementerian untuk memastikan bahwa jamaah menerima hak-hak mereka sepenuhnya,” demikian pernyataan Kementerian Haji dan Umrah Saudi, seperti dikutip dari Saudi Gazette (10/7/2025). 

Kementerian Umrah Arab Saudi juga menekankan pentingnya seluruh penyelenggaraan umrah dapat mematuhi peraturan yang berlaku. Pelayanan kepada para jamaah harus memenuhi standar kualitas dan profesionalisme, sesuai dengan jadwal dan kontrak yang telah ditentukan. Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi demi meningkatkan mutu pelayanan terhadap jamaah dan pengunjung Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.

Kementerian juga terus memantau pelaksanaan program-program kontrak antara perusahaan dan jamaah agar tidak terjadi kelalaian yang dapat merugikan jamaah umrah. Kebijakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh biro perjalanan (travel) umrah agar tidak main-main dalam melaksanakan tanggung jawabnya, serta mengedepankan keselamatan dan kenyamanan para jamaah selama berada di Kerajaan Arab Saudi.

Usai puncak haji 1446 H/2025 M, Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan tak kurang dari 190 ribu visa umrah. Jumlah ini sejak dimulainya musim umrah pada tanggal 14 Dzulhijjah 1446, yang bertepatan dengan tanggal 10 Juni 2025.

Pada proses penerbitan visa umrah, Saudi mengandalkan aplikasi Nusuk. Ini menjadi bagian dari komitmen Kerajaan untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *