Masjid Nabawi (Pixabay By: eghie)

Kemenag Ingatkan Jamaah Haji Hindari Hal-hal yang Bisa Batalkan atau Merusak Ibadah

Diar Al Manasik, Jakarta – Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji 1446 H, Kementerian Agama Republik Indonesia mengingatkan seluruh jamaah haji agar mematuhi aturan-aturan penting selama menjalankan rangkaian ibadah, terutama saat berada di Tanah Suci. Sejumlah larangan disampaikan agar jamaah tidak terjebak dalam pelanggaran yang dapat membatalkan atau mengurangi kesempurnaan ibadah haji.

Masjid Nabawi (Pixabay By: eghie)

Direktur Bina Haji Kemenag, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa larangan ini telah disosialisasikan kepada para jamaah sejak pelatihan manasik haji di Tanah Air, dan akan terus diingatkan selama mereka berada di Makkah dan Madinah.

“Larangan ini bukan hanya secara fikih, tapi juga menyangkut adab dan penghormatan terhadap kesucian Tanah Haram. Kami mengimbau agar jamaah memperhatikan betul hal-hal yang dilarang selama berhaji,” jelas Arsad, Jakarta (27/4/2025).

Beberapa larangan penting yang perlu diperhatikan oleh jamaah antara lain: dilarang mencabut atau memotong tanaman di area Tanah Haram, berburu hewan, memotong kuku dan rambut saat berihram, serta menggunakan wangi-wangian. Jamaah pria juga dilarang mengenakan pakaian berjahit saat dalam keadaan ihram, sementara jamaah wanita diingatkan untuk tidak menutup wajah dan telapak tangan.

Selain itu, tindakan-tindakan yang merusak keharmonisan dan kekhusyukan ibadah juga ditekankan untuk dihindari. Termasuk di antaranya bertengkar, mengeluarkan kata-kata kasar, hingga merusak fasilitas umum.

“Kita sedang berada di tempat paling suci dan menjalani ibadah paling agung. Jangan sampai lalai dan mencederai nilai-nilai spiritual yang ada,” tambah Arsad.

Petugas haji juga telah diberi arahan untuk terus mengingatkan jamaah di lapangan dan memberikan pendampingan jika ditemukan pelanggaran-pelanggaran ringan agar tidak berlanjut.

Sebagai tambahan, Kemenag mengajak jamaah untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental, serta meningkatkan kesabaran selama proses ibadah berlangsung, mengingat padatnya jadwal dan kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

“Inti dari haji adalah kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan. Mari kita jaga kekhusyukan ini bersama,” tutup Arsad.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *