Hospital (Pixabay By: vitalworks)

Klinik Haji Indonesia Kembali Buka Layanan: Ratusan Jamaah Mendapatkan Penanganan Medis

Diar Al Manasik, Jakarta – Sejak beroperasi lagi menjelang puncak haji 1446 H/2025 M, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sudah melayani ratusan orang. Hingga kini, sekurang-kurangnya 200 anggota jamaah haji RI dirawat di klinik tersebut. Adapun mereka yang telah menerima perawatan dan dinyatakan sehat dapat kembali ke kelompok terbang (kloter) masing-masing. 

Hospital (Pixabay By: vitalworks)

“Kita usahakan untuk bisa sembuh dan kembali ke kloter, dan pulang bersama kloternya,” ujar Kepala KKHI Edi Supriyatna saat ditemui di Kantor KKHI Makkah (11/6/2025). 

Menurut Edi, beberapa orang jamaah haji yang dirawat di KKHI menderita berbagai macam penyakit. Diagnosis yang paling banyak ditemukan ialah penyakit jantung, paru, dan demensia.

“Kalau operasi, kita arahkan ke RS Arab Saudi,” kata dia. 

Sekadar informasi, KKHI tidak bisa beroperasi sejak awal musim haji 1446 H/2025 M dimulai. Jamaah haji RI yang sakit dan membutuhkan perawatan medis langsung diarahkan ke rumah sakit (RS) Arab Saudi sesuai dengan ketentuan pemerintah setempat. 

Belakangan, Pemerintah Indonesia melakukan beragam lobi hingga akhirnya Saudi kembali mengizinkan KKHI beroperasi. Akan tetapi, hal itu dengan sejumlah catatan.

“Di RS Arab Saudi ada 150-an (orang jamaah yang sudah atau tengah dirawat –Red),” jelas Edi. 

Meski sejumlah orang jamaah RI dirawat di RS Saudi, lanjut dia, pihaknya tidak lepas tangan. Menurut Edi, selalu ada tim kesehatan Indonesia di setiap RS Saudi, baik di Makkah, Mina maupun Arafah.

“Tim visitasi setiap hari ke RS tersebut untuk memantau dari jamaah haji kita,” ujarnya.

Saat ini, Edi mengungkapkan, jamaah Indonesia yang dirawat di KKHI masuk ke gelombang pasca-puncak haji Arafah, Muzdlifah dan Mina (Armuzna). Di antara penyebab turunnya kesehatan mereka ialah faktor kelelahan.

“Sehingga jamaah mengalami gangguan kesehatan makanya mengalami gangguan kesehatan. Kalau di kloter enggak bisa ditangani, dibawa ke KKHI Makkah,” katanya. 

Dari pantauan Republika yang tergabung di Media Centre Haji pada Rabu (11/6/2025), ada setidaknya lima pasien yang dirawat di lantai dasar KKHI. Empat orang di antaranya adalah lansia, sedangkan seorang lainnya tampak masih muda. 

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar sempat menjenguk pasien di KKHI. Ia mengaku bersyukur lantaran otoritas Saudi kembali mengizinkan klinik ini beroperasi. Harapannya, fasilitas medis dari pemerintah Indonesia ini bisa bermanfaat bagi jamaah haji RI. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *