Address
Crown Palace Shophouse, Jl. Prof. DR. Soepomo No.17A Block A, Menteng Dalam, Tebet District, South Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta 12870
Diar Al Manasik, Jakarta – Dari zaman Nabi Ibrahim hingga era modern saat ini, perjalanan haji telah mengalami berbagai perkembangan penting yang menjadi bagian dari sejarah panjang umat Islam dalam memenuhi panggilan menuju Baitullah.

Sejarah mencatat, ritual haji bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim AS untuk membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS. Dari sinilah syariat haji mulai dijalankan oleh umat manusia.
“Haji pertama kali dilaksanakan setelah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim. Ka’bah menjadi pusat ibadah yang mengikat umat Islam dari berbagai penjuru dunia,” jelas Dr. Ahmad Fauzi, pakar sejarah Islam, Makkah (24/2/2025).
Perjalanan haji pada masa lampau tidak semudah sekarang. Jamaah harus menempuh perjalanan panjang dengan berjalan kaki, menggunakan unta, atau kapal layar, seringkali membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk tiba di Tanah Suci.
Dalam perkembangannya, terutama setelah era modern dan kemajuan teknologi transportasi, perjalanan haji menjadi lebih mudah diakses. Pesawat terbang, jalur darat, hingga layanan kapal laut modern mempercepat waktu tempuh jamaah menuju Makkah.
Transformasi layanan haji pun semakin meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah jamaah dari seluruh dunia. Pemerintah Arab Saudi dan berbagai negara pengirim jamaah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam hal akomodasi, kesehatan, dan keamanan.
“Haji tidak hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan spiritual. Setiap generasi memiliki tantangan dan kemudahan masing-masing dalam menjalaninya,” tambah Dr. Ahmad Fauzi.
Hingga kini, ibadah haji tetap menjadi momentum sakral yang menghubungkan seluruh umat Islam, melampaui batasan geografis, budaya, dan bahasa, dalam satu ikatan tauhid menuju Baitullah.


