Address
Crown Palace Shophouse, Jl. Prof. DR. Soepomo No.17A Block A, Menteng Dalam, Tebet District, South Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta 12870
Diar Al Manasik International, Jakarta – Setelah menunaikan ibadah haji, para jamaah yang bersiap kembali ke Tanah Air maupun yang sudah tiba di Indonesia diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan mempertahankan kemabruran hajinya.
Kepala Bidang Kesehatan (Kabid) PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai gejala penyakit pascahaji agar tidak terjadi penyebaran penyakit maupun komplikasi kesehatan yang serius.
“Bagi jamaah yang sedang mempersiapkan diri untuk pulang ke Indonesia ataupun berpindah dari Makkah ke Madinah, agar selalu menjaga kesehatannya dan mewaspadai gangguan kesehatan yang dipicu cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu udara di Makkah mencapai 45 derajat celcius dan di Madinah mencapai 47 derajat celcius, serta kelembaban rendah di bawah 15 derajat celcius,” jelas Imran, Jakarta (16/6/2025).
Imran menjelaskan bahwa cuaca ekstrem tersebut dapat menyebabkan dehidrasi dan kelelahan karena panas, serta memperparah kondisi penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, dan penyakit paru-paru kronis.
“Panasnya Arab Saudi yang berbeda dengan suhu udara di Indonesia dapat memicu kejadian akut penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes. Kami mencatat hingga hari ke-44 pelaksanaan ibadah haji (cut-off pukul 16.00 WAS), jumlah jamaah rawat jalan di kloter mencapai 72 ribu orang, dengan tiga kasus terbanyak adalah ISPA, hipertensi, dan diabetes,” ujarnya.
Imran menambahkan bahwa data jamaah haji yang dirawat jalan di RSAS sebanyak 238 orang, dengan tiga kasus terbanyak adalah pneumonia, diabetes dengan komplikasi, dan penyakit jantung koroner.
Melihat situasi ini, Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi mengimbau agar jamaah tidak memaksakan diri untuk melakukan ibadah yang menguras fisik seperti umrah sunnah secara berulang atau menjalankan ibadah Arbain di Madinah. Ia juga menyarankan agar jamaah tidak keluar hotel pada jam-jam terik antara pukul 10.00-16.00 WAS. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, jamaah disarankan membawa payung, semprotan wajah, dan air minum untuk menjaga kondisi tubuh.
Bagi jamaah yang sudah kembali ke Indonesia, Imran berpesan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala demam, batuk, serta pilek yang disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Ia juga menekankan pentingnya menyampaikan riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan agar dapat diberikan penanganan yang tepat dan akurat, terlebih saat ini terdapat kenaikan kasus Covid-19 di beberapa negara, termasuk Indonesia.
“Kami mendapatkan informasi bahwa data Covid-19 di Indonesia hingga minggu ke-23 tahun 2025 mencapai 178 orang terkonfirmasi positif. Oleh karena itu, untuk mewaspadai penyebaran Covid-19, bagi jamaah yang sedang batuk-pilek sejak di Tanah Suci hingga pulang ke Indonesia, jangan lupa pakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan segera melaporkan riwayat perjalanannya ke petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai,” kata Imran.


